Jumat, 20 Maret 2015

Dua Hati yang Berbeda




Penikmat film Indonesia kembali dihadirkan dengan film bergenre drama berjudul "Cinta Tapi Beda" dari rumah produksi MVP Pictures. Film karya sutradara Hanung Bramantyo dan Hestu Saputra ini diadaptasi dari kisah yang ditulis dalam blog milik Dwitasari. Secara umum blog tersebut memaparkan cerita asmara yang terkendala dengan keyakinan yang berbeda. Film ini di produseri oleh Raam Punjabi dengan durasi kurang lebih 96 menit. Skenario film ini ditulis oleh Taty Apriliyana, Novia Faizal, Perdana Kartawiyudha dan penata gambar oleh Wawan I Wibowo.




Pemain film ini adalah Agni Pratistha sebagai Diana Fransiska, Reza Nangin sebagai Cahyo Fadholi, Choky Sitohang sebagai dokter Oka, Ratu Felisha sebagai Mitha dan Jajang C Noer sebagai Bunda Diana.


Cahyo (Reza Nangin), pemuda asal Yogyakarta yang bekerja sebagai chef di Jakarta. Ia adalah putra dari pasangan Fadholi dan Munawaroh, keluarga muslim yang sangat taat beribadah. Cahyo berusaha lepas dari kesedihan setelah ditinggal selingkuh sang kekasih, Mitha (Ratu Felisha).


Sementara itu Diana (Agni Pratistha), adalah gadis cantik asal Padang dan juga mahasiswi jurusan seni tari. Ia tinggal bersama om dan tantenya di Jakarta. Keluarga Diana adalah penganut Katolik yang taat.


Cahyo dan Diana bertemu di pertunjukan tari kontemporer di Jakarta. Mereka lalu memutuskan untuk berpacaran walaupun berbeda keyakinan. Mereka bahkan serius melanjutkan hubungan hingga jenjang pernikahan. Tapi ternyata tidak mudah bagi Cahyo dan Diana menjalani cinta beda keyakinan.


Diana merasa khawatir ketika suatu ketika Cahyo mengajaknya menemui orangtuanya di Yogyakarta. Ibu Cahyo bisa memahami cinta anaknya, tapi tidak Pak Fadholi. Sampai kapan pun Pak Fadholi tidak akan merestui Cahyo. Bila Cahyo memaksa, Pak Fadholi memilih memutus ikatan tali keluarga dengannya. Sama halnya dengan ibu Diana yang juga keberatan dengan pilihan putrinya karena kakak-kakak Diana telah meninggalkan keyakinan mereka. Ibu Diana memaksa Diana mengikuti kehendaknya, mau tidak mau Diana harus mengikuti keinginan orang tuanya kembali ke padang dan mau dijodohkan dengan dokter Oka yang seiman dengannya.


Tidak mudah bagi Cahyo dan Diana menjalani hubungan berbeda keyakinan yang banyak sekali masalah yang harus mereka hadapi. Cahyo mengalami masa sulit setelah ditingggalkan oleh Diana yang dijodohkan dengan orang pilihan orang tuanya. Seiring berjalannya waktu, Cahyo dan Diana masih sulit untuk melupakan satu sama lain. Karena mereka disatukan bukan oleh keyakinan tapi oleh cinta.


Tema film ini tentang hubungan beda keyakinan bukanlah tema yang baru. Sebelumnya sudah ada film-film yang bertema sama seperti cin(T)a, Tanda Tanya, dan 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta.


Film ini mampu menampilkan tarian-tarian indonesia kontemporer yang apik seperti tarian Diana yang berjudul "Dua Hati" yang semua gerakan dari tarian itu menggambarkan isi cerita film ini. Tetapi, akhir film ini masih kurang jelas karena tidak ditayangkan bahwa mereka direstui karna pindah keyakinan atau menikah berbeda keyakinan. Para pemain juga mampu membangun karakter masing-masing dengan penuh penghayatan. Soundtrack dari The Finest Tree "Melebur Beda" yang liriknya sesuai dengan cerita juga memanjakan telinga penonton.


Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa film Cinta Tapi Beda ini memberi pemahaman tentang perbedaan keyakinan dalam suatu hubungan yang memang tidak diperbolehkan. Film ini memotifikasi semua masyarakat untuk saling bertoleransi antar umat beragama dan menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika. Secara keseluruhan Film Cinta Tapi Beda disajikan dengan baik untuk masyarakat. 


TRAILER FILM CINTA TAPI BEDA




OST CINTA TAPI BEDA "The Finest Tree - Melebur Beda"





Diambil dari berbagai sumber. Terimakasih sudah membaca dan jangan lupa untuk comment yaa guyss!






Tidak ada komentar:

Posting Komentar